BANGKOK - Sebuah tim polisi Thailand menjadi viral setelah menyamar sebagai kelompok tari wanita untuk menangkap tersangka pengedar narkoba selama festival jalanan. Operasi tersebut berlangsung pekan lalu di distrik Tha Luang di Provinsi Lop Buri tengah, di mana para petugas mengenakan pakaian penari wanita untuk mendekati target mereka tanpa menimbulkan kecurigaan.
Dalam sebuah unggahan Facebook yang dilansir RT, Kepolisian Tha Luang mengidentifikasi tersangka sebagai Mekha Fa-wap-wap, yang ditahan atas tuduhan narkoba dan perjudian ilegal. Polisi menyita 53 pil metamfetamina, lebih dari 200 kantong plastik yang diyakini digunakan untuk distribusi narkoba, dan sebuah telepon seluler yang diduga terkait dengan operasi mesin slot online ilegal.
Sebuah foto yang dibagikan setelah penangkapan menunjukkan tim yang sebagian besar terdiri dari pria dengan gaun berkilauan berpose dengan tersangka yang diborgol, memicu reaksi dari warganet. Aksi para polisi ini disebut mirip dengan plot film seperti “21 Jump Street”, yang bertemakan petugas penegak hukum yang menyamar ke dalam peran yang penuh komedi dan lucu.
Operasi penyamaran dengan mengenakan pakaian wanita bukanlah kali pertama polisi Thailand menggunakan taktik ini untuk menangkap tersangka. Pada Februari, petugas di Bangkok mengenakan kostum kelompok barongsai merah dan emas selama perayaan Tahun Baru Imlek untuk menangkap seorang pria yang dituduh mencuri artefak Buddha.
Tim polisi Bangkok sebelumnya juga menggunakan penyamaran lain, termasuk pekerja konstruksi, dedaunan, dan pegulat berpakaian Lycra, untuk mendekati tersangka yang mungkin mengenali petugas berpakaian preman.
“Anda tidak bisa bersembunyi dari yang tak terlihat, atau dari apa yang tidak bisa Anda lihat,” kata kapten polisi Bangkok, Lertvarit Lertvorapreecha, kepada The Guardian pada Februari. Ia menyatakan bahwa, “Cara tercepat untuk menangkap seseorang adalah dengan mengejutkan mereka, ketika mereka sedang menikmati hidup, tanpa mengetahui apa yang terjadi di sekitar mereka.”
Meskipun operasi rumit ini berulang kali menjadi viral baik di Thailand maupun di luar negeri, polisi Thailand menekankan bahwa tujuan operasi ini adalah penegakan hukum yang efektif, bukan untuk membuat konten media sosial atau mendapatkan ketenaran di internet.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.