Padahal, sebelum krisis ini, harga pangan juga sudah mengalami gelombang kenaikan harga berkali-kali. Misalnya beras. Satu kilo beras yang sebelumnya tidak melebihi 3.000 pound Lebanon atau setara Rp 29 ribu kini mencapai 8.000 pound atau Rp 76 ribu.
"Ramadan tahun ini, para pengungsi sangat berharap datangnya bantuan dari dermawan. Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan global, telah hadir bersama pengungsi Suriah di Lebanon selama bertahun-tahun. Dengan kontribusi Sahabat Dermawan melalui ACT, insyaallah akan didistribusikan paket pangan untuk meredam kelaparan para pengungsi selama Ramadan," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network ACT.
Untuk diketahui, sejak akhir 2019, Lebanon telah bergulat dengan krisis ekonomi yang parah, termasuk depresiasi mata uang besar-besaran dan kekurangan bahan bakar. Mata uang Lebanon pun telah kehilangan 90 persen nilainya. Ini membuat warganya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan, air, layanan kesehatan, dan pendidikan.
(Rani Hardjanti)