Pengungsi Suriah di Lebanon Tersiksa dengan Harga Roti yang Meroket

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Rabu 01 Juni 2022 07:06 WIB
Ilustrasi bocah suriah/ Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA – Gandum merupakan kelompok tanaman serealia yang kaya akan karbohidrat. Manusia telah lama menjadikan tanaman satu ini sebagai makanan pokok. Gandum dapat diolah menjadi berbagai bahan makanan, termasuk Roti.

Di Lebanon, roti adalah makanan pokok. Selain harganya yang cukup terjangkau, roti juga cukup mengenyangkan karena mengandung karbohidrat yang tinggi. Tak ayal, para pengungsi di sana menjadikan roti sebagai santapan utama mereka.

Namun, beberapa pekan terakhir Lebanon tengah menghadapi krisis roti akibat berkurangnya pasokan tepung. Lebanon diketahui membutuhkan sekitar 40.000-50.000 ton gandum untuk memenuhi kebutuhan pasar lokalnya. Negara tersebut mengimpor sekitar 60 persen kebutuhan gandumnya dari Ukraina dan Rusia. Namun, karena kedua negara tersebut tengah mengalami konflik, proses impor pun berhenti total.

Serikat pembuat roti Lebanon menyatakan, negaranya tengah mengalami krisis roti karena banyak pabrik gandum menghentikan operasinya akibat kekurangan dana. Hal ini membuat toko-toko roti di Lebanon kekurangan bahan, dan terpaksa menaikan harga dagangannya.

“Sejumlah toko roti telah berhenti membuat roti. Sementara beberapa toko lain yang masih memiliki sedikit pasokan tepung terigu, hanya cukup untuk membuat roti selama satu hari,” ujar serikat tersebut, dikutip laman Anadolu Agency, Rabu (1/6/2022).

Krisis ini pun tidak hanya berdampak pada warga Lebanon, namun juga pengungsi Suriah yang ada di sana. Sekitar 1,5 juta pengungsi Suriah diketahui hidup memprihatinkan di negara seluas 10,452 kilometer persegi tersebut. Dengan naiknya harga roti, para pengungsi terancam kelaparan pada bulan Ramadan ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya