JAKARTA – Otoritas Kualitas Air dan Lingkungan Palestina menyatakan wilayah Gaza tengah menghadapi krisis air besar-besaran sebagai akibat dari menipisnya akuifer (lapisan tanah yang mengandung air) di wilayah tersebut.
Selain itu, buruknya infrastruktur air di Gaza juga menyebabkan terjadinya intrusi air limbah ke air tanah, menyebabkan terjadinya polusi air minum di Gaza.
Kepala Unit Perencanaan dan Kesadaran di Otoritas Air Gaza, Mazen Al-Banna juga mengatakan bahwa tingkat salinitas (nilai kelarutan garam) air di sumur-sumur di Gaza telah dua kali lipat melebihi standar internasional untuk air minum.
Hal ini membuat 98 persen air dari sumur tidak layak untuk diminum. Al-Banna menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas krisis air di Gaza dan penipisan air tanahnya.
"Israel mencegah aliran lateral alami air di sepanjang perbatasan timur melalui sumurnya dan mencegah aliran air permukaan selama musim hujan melalui berbagai lembah," ujar Al-Banna, dikutip dari laman Anadolu Agency, Rabu (1/6/2022).
Oleh karena itu, untuk meredam krisis air ini, para dermawan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan air bersih gratis untuk warga Gaza melalui armada Humanity Water Tank.
Distribusi dilakukan sejak awal Ramadan di dua lokasi, yakni di daerah Alatatra di Beit Lahia, Gaza Utara dan di area Kamp Al-Maghazy di tengah Gaza. Armada Humanity Water Tank yang mendistribusikan air bersih gratis ke warga Gaza.
"Ada dua armada yang dikerahkan dalam aksi kali ini. Tiap armada sedikitnya membagikan 65.000 liter air tiap harinya, dan menjangkau 390 warga. Sehingga, dalam sebulan, tiap armada mampu memenuhi kebutuhan air untuk 10.200 warga Gaza," ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Network ACT.
Air tersebut akan dipompa dan dialirkan ke toren tiap rumah warga prasejahtera di Gaza. Sementara bagi warga yang tidak memiliki toren, air akan mereka simpan di ember atau alat tampung lainnya yang mereka punya. Tiap warga setidaknya menerima 20 liter air per harinya.
"Air yang dibawa Humanity Water Tank diambil langsung dari Sumur Wakaf yang telah dibangun di berbagai wilayah, serta dari Lumbung Air Wakaf yang beberapa bulan lalu telah diresmikan," pungkas Said.
(Rani Hardjanti)