”Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung hari ini bertujuan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam perbaikan kualitas lingkungan khususnya kualitas air sungai. Keterlibatan tersebut agar menyadarkan masyarakat dan merubah mindset masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan,” ucap Nety Widayati, Direktur Pengendalian Pencemaran Air, mewakili Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK, Sigit Reliantoro.
Sungai Ciliwung dipilih sebagai lokasi kegiatan mempertimbangkan Sungai Ciliwung sebagai salah satu Daerah Aliran Sungai Prioritas Nasional yang menjadi ikon Ibu Kota Jakarta.
Namun saat ini masih memiliki masalah yang utama yaitu timbunan sampah dari aktivitas pembuangan dari masyarakat di hulu sampai hilir. Pertimbangan lain dipilihnya Sungai Ciliwung adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya dari seluruh Komunitas Pecinta Sungai yang telah secara konsisten menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung.
Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung dilakukan di dua sisi, bantaran sungai dan permukaan sungai. Pembersihan yang dilakukan oleh seluruh pesera di 6 wilayah meliputi 4,1 km sepanjang bantaran sungai dan sepanjang 35 km di permukaan sungai.
Dalam Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung berhasil menghimpun 907 orang peserta dan total sampah yang dikumpulkan sebanyak 5.189 kg yang terdiri dari sampah organik dan non-organik. Sampah non-organik di Sungai Ciliwung masih didominasi oleh sampah kemasan sekali pakai, popok sekali pakai, dan kain.
Sampah yang dikumpulkan lebih lanjut akan diangkut dan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup di lokasi masing-masing.
(Khafid Mardiyansyah)