5 Tokoh yang Putuskan Jadi Mualaf, Termasuk Petinju Terbesar Sepanjang Sejarah!

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Kamis 09 Juni 2022 07:01 WIB
Bilal Philips.
Share :

JAKARTA - Mualaf merupakan sebutan bagi seseorang yang mengubah keyakinan menjadi pemeluk Islam sepenuhnya. Banyak mualaf yang akhirnya menjadi pejuang Islam dan berpengaruh besar di dunia Islam.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tokoh-tokoh dunia yang menjadi mualaf.

BACA JUGA: Kisah Pilot Rusia Masuk Islam Setelah Lihat Penumpang Muslim Sholat ketika Mesin Pesawat Mati

1. Muhammad Ali

Dikenal dengan julukan The Greatest, Muhammad Ali merupakan tokoh olahraga dunia yang terkenal di abad ke-20. Petinju terbesar sepanjang masa ini memiliki nama asli Cassius Marcellus Clay Junior. Ia memeluk Islam pada tahun 1961 dan mengganti Namanya menjadi Muhammad Ali.

Selama menjadi petinju, Muhammad Ali menorehkan banyak prestasi dan meraih medali emas olimpiade hingga kejuaraan dunia.

2. Bilal Philips

Abu Amina Bilal Philips, yang memiliki nama asli Dennis Bradly Philips, merupakan pria berdarah Jamaika. Ia menghabiskan masa kecilnya di Kanada dan dibesarkan dengan kultur musik Jamaika. Karena itu, sebelum memeluk Islam, Philips menjadikan musik dan cinta sebagai agamanya. Pria kelahiran Jamaika, 6 Januari 1946 menjelajahi berbagai negara karena bermain musik, termasuk Malaysia dan Indonesia pada tahun 1960-an. Setelah dari kedua negara yang mayoritas penduduknya muslim ini, Philips mulai tertarik mempelajari agama islam.

BACA JUGA: Kisah Ulama yang Sukses Mualafkan 3.000 Tentara AS

Ketika kembali ke negaranya, Philips memutuskan mempelajari Islam secara intensif dengan berdiskusi bersama cendekiawan muslim di sana. Beberapa bulan setelahnya, Philips mengucapkan dua kalimat syahadat di tahun 1972. Ia berhenti bermusik dan memilih mempelajari agama Islam secara mendalam. Ia lalu kuliah di Jurusan Studi Islam Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Kemudian Philips melanjutkan program master di Universitas Riyadh dan menjadi pembawa acara Why Islam di Channel Two, stasiun televisi milik pemerintahan Saudi.

Pada tahun 1990-an tepatnya saat Perang Teluk berkecamuk, Philips bekerja di Departemen Agama Arab Saudi. Saat tentara Amerika Serikat bermarkas di sana, Philips terpilih untuk memberikan materi seputar Islam kepada mereka. Akhirnya sekitar 3.000 serdadu Amerika memutuskan menjadi mualaf.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya