JAKARTA - Iran menghentikan negosiasi damai dengan Amerika Serikat (AS) dan memperingatkan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz, menurut laporan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Teheran pada Senin (1/6/2026). Para negosiator Iran akan berhenti bertukar pesan menyusul apa yang dikatakan Teheran sebagai pelanggaran gencatan senjata yang berulang oleh Israel di Lebanon.
Laporan tersebut, dalam unggahan terjemahan di situs media sosial Telegram, berfokus pada operasi militer Israel di Lebanon terhadap milisi Hizbullah yang didukung Iran.
“Tidak akan ada dialog” sampai Israel sepenuhnya menarik diri dari wilayah pendudukan di Lebanon dan menghentikan semua serangan di Lebanon dan Gaza, menurut Tasnim.
“Selain itu, front perlawanan dan Iran telah memutuskan untuk sepenuhnya memblokir Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain termasuk Selat Babelmandeb, untuk menghukum Zionis dan pendukung mereka,” kata laporan Tasnim.
Selat Babelmandeb adalah titik rawan perdagangan yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.
Harga minyak melonjak lebih dari 7% setelah laporan Tasnim, yang menandakan kegagalan upaya untuk mencapai penyelesaian diplomatik atas perang yang kini memasuki bulan keempat.
Tiga hari sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan akan memutuskan dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih apakah akan menyetujui kesepakatan dengan Iran yang setidaknya akan menghentikan konflik. Namun, pertemuan itu berakhir tanpa Trump membuat keputusan akhir.
Pada hari-hari berikutnya, AS dan Iran melancarkan serangan baru satu sama lain, semakin mengikis gencatan senjata yang sudah berulang kali dilanggar oleh operasi militer kinetik.