Saat dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga profil yang duduk di sebelahnya terebut tertangkap nyala bara. Si santri mengenali wajah orang yang merokok tersebut.
Kaget setengah mampus, santri itu langsung lari tunggang-langgang sambil membawa rokok pinjamannya.
Mendapati rokoknya dibawa kabur, orang yang duduk di dalam kegelapan ini pun spontan berteriak.
“Hai! rokokku jangan dibawa lari!” teriak Kiai Fattah.
(Nanda Aria)