Akibatnya, terjadi penggulingan tahta Raja James II yang merupakan seorang penganut Katolik. Uniknya, gerakan ini dipimpin oleh putri sang raja sendiri yang bernama Mary. Ia bersama suaminya yang berbangsa Belanda, William of Orange, berhasil memimpin revolusi hingga mengubah tata pemerintahan Inggris. Takhta monarki yang waktu itu lebih berkuasa berganti menjadi parlemen, sekaligus dimulainya demokrasi politik.
China
Revolusi China terjadi tahun 1911-1912. Di masa itu, negara raksasa ini baru saja berganti sistem pemerintahan dari kekaisaran menjadi republik. Saat masih menganut sistem kekaisaran, rakyat kecewa dengan kepemimpinan Dinasti Qing. Beberapa alasan yang membuat rakyat kecewa adalah kalahnya perang atas bangsa Barat, kaisar-kaisar yang dianggap tidak cakap untuk memimpin, dan penderitaan rakyat yang semakin menjadi-jadi. Akhirnya, gerakan revolusi terjadi untuk mengubah sistem pemerintahan dengan pimpinan Sun Yat-Sen.
Baca juga: 4 Tokoh Revolusi Paling Terkenal di Dunia, Mahatma Gandhi hingga Fidel Castro
Sun Yat-Sen lantas diangkat menjadi presiden. Namun, ia memilih untuk mengundurkan diri dan mendirikan partai Kuo Min Tang. Kepemimpinan kemudian digantikan oleh Yuan Shih Kai pada 12 Februari 1912. Namun tidak lama, ia meninggal di tahun 1916. Setelahnya, Sun Yat-Sen kembali menjabat sebagai presiden. Sayangnya pemerintahan Sun Yat-Sen terancam karena perlawanan Mao Zedong yang berkiblat ke paham komunis. Mao Zedong memenangkan perlawanan dan mendirikan Republik Rakyat Tiongkok dengan paham komunis.
Amerika Serikat
Sebelum menjadi negara adidaya, rupanya Amerika Serikat sempat mengalami masa kolonialisme oleh negara Inggris. Revolusi Amerika pada tahun 1765-1783 ini dipicu oleh beberapa penyebab. Salah satunya, rakyat tidak puas atas kebijakan Inggris di Amerika, yang menjadi wilayah koloninya. Selain itu, harga pajak tinggi yang ditetapkan pihak Inggris juga menjadi alasan terjadinya revolusi ini.
Revolusi Amerika juga dipicu oleh peristiwa Boston Tea Party, di mana Inggris memaksakan undang-undang teh. Rakyat menolak hal ini, dengan aksi menenggelamkan kapal bermuatan teh di pelabuhan Boston. Pada 1776, negara-negara bagian di Amerika Serikat mengadakan kongres dan melakukan deklarasi kemerdekaan. Hingga akhirnya, pada 1783, Inggris menyerahkan wilayah jajahannya kepada Amerika Serikat.
(Fakhrizal Fakhri )