Sebab, lanjut pria yang karib disapa Bima ini, setiap kali menikah, suami yang telah mempersunting Putri Caweni selalu menemui ajal sebelum malam pertama tiba. Kisah pilu itu harus dialami Putri Caweni hingga pernikahan dengan suaminya yang ke 98.
"Disebut Caweni karena menjanda namun masih suci lantaran belum tersentuh pria," beber Bima.
Pada suatu ketika Puteri Caweni kembali menikah. Kali ini pria idamannya adalah seorang pangeran rupawan bernama Prabu Boros Kaso. Karena takut kejadian serupa kembali menimpa, seperti yang dialami suami-suaminya terdahulu, sang putri akhirnya memutuskan untuk menghindari Prabu Borosi Kaso sesaat menjelang malam pertamanya.
Wanita berparas ayu tersebut pergi ke lokasi air terjun dan terus menangis hingga akhirnya berubah menjadi patung.
"Hanya mitos saja, nyatanya Curug Caweni merupakan obyek wisata dengan spot-spot alam terbuka yang cukup indah," pungkasnya.
(Awaludin)