Pengakuannya, banjir kali ini yang terparah sejak puluhan tahun silam. Beruntung dirinya masih bisa menyelamatkan diri keluar dari rumah.
"Kata orang tua (banjir besar terakhir) tahun 1946. Kalau yang terendam mah ada 15 yang terdampak di sini. Kemarin nggak sempat ngambil apa-apa di sini, air ombak kayak laut masuk," tuturnya.
Senada dengan Ocang, warga lainnya Endang (45) juga menjadi korban terdampak banjir ini. Beruntung, nyawanya dan keluarga masih selamat dari banjir.
"Alhamdulillah mertua saya buru-buru keluar dari rumah dan langsung aja lari ke atas, ke rumah saya. Cuma kalau harta benda gak bisa di selamatkan udah terbawa hanyut semua," ucap Endang.
(Khafid Mardiyansyah)