BANDUNG BARAT - Nasib malang dialami Totoh Hartini (59), warga Kampung Pasir Borondong, RT 04/01, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Empat bulan lalu atau pada April 2022 rumah yang dihuninya ambruk hingga tidak bisa ditinggali lagi. Sejak saat itu, dirinya terpaksa harus ikut menumpang hidup di rumah tetangganya.
BACA JUGA:Pergerakan Tanah Akibatkan 2 Rumah Ambruk di Bandung Barat
Hingga kini, nasibnya tidak berubah, Totoh masih ikut menumpang ke tetangganya karena tidak punya biaya untuk membangun kembali rumahnya. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, dia masih kekurangan.
"Sudah empat bulan rumah ambruk dan belum dibangun lagi. Sekarang masih ikut di tetangga," ucapnya, Rabu (6/7/2022).
BACA JUGA:Plafon Rumah Ambruk, Warga Heboh Temukan Ular Sanca
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dia hanya mengandalkan kebaikan dari saudaranya dan bantuan tetangga. Padahal, ketika tinggal di rumah sendiri, dia kerap menjual gorengan untuk mencari nafkah penyambung hidup.
"Sekarang gak bisa lagi (jualan), karena di rumah orang lain. Gak enak," imbuhnya.
Ambruknya rumah Totoh dikarenakan usia bangunan yang sudah tua dan karena terus diguyur hujan deras. Akibatnya atap genting serta kayu penyangga langit-langit jebol dan beberapa ruangan juga rusak karena kayunya lapuk.
Guna menjaga sisa perabotan rumahnya agar terlindung dari terik matahari dan hujan, dirinya membungkus perabotan itu dengan karung dan terpal seadanya. Sementara puing-puing bekas bangunan yang ambruk masih dibiarkan berserakan.
"Kalau bangun lagi gak sanggup, butuh biaya. Semoga saja ada yang bantu, karena gak mungkin numpang di tetangga terus," tuturnya.
(Arief Setyadi )