Larangan Pernikahan Sunda-Jawa yang Berujung Perang

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 13 Juli 2022 06:49 WIB
Larangan pernikahan Sunda-Jawa memicu peperangan
Share :

PERANG Bubat antara Kerajaan Majapahit dan Sunda berbuntut panjang. Dikisahkan kegagalan pernikahan putri Raja Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi dengan Hayam Wuruk akibat ulah Gajah Mada yang mencoba mengaitkannya dengan pernikahan politik dan ambisi pribadinya.

Ini sebagaimana dikisahkan pada buku 'Hitam Putih Pajajaran : dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran' tulisan Fery Taufiq El Jaquene.

Saat itu Kerajaan Majapahit memang tengah mengalami kemunduran. Wilayahnya diserang sehingga membuat warganya mengungsi hingga Jawa Barat, ibu kota Kawali, Galuh. Namun pernikahan antara raja Kerajaan Galuh dengan perempuan asal Majapahit, memicu kemarahan Raja Susuktunggal.

Apalagi kala itu Kerajaan Galuh terpecah menjadi dua bagian usai raja Galuh Rahyang Wastu wafat. Pertama dipimpin Raja Dewa Niskala. Kedua dipimpin Raja Susuktunggal. Raja Dewa Niskala dan Raja Susuktunggal ini memiliki gelar yang sama.

Maka ulah Dewa Niskala menikah dengan perempuan Majapahit dianggap Raja Susuktunggal melanggar perjanjian. Mengingat saat itu Kerajaan Sunda Galuh telah menyepakati masyarakat Sunda tidak boleh menikah dengan masyarakat Jawa, khususnya Majapahit setelah terjadi Perang Bubat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya