JAKARTA - Akademisi sekaligus pemerhati Sungai Ciliwung dan Hutan Kota dari Universitas Indonesia, Rasanto Adi mengungkapkan, kualitas air sungai Ciliwung di beberapa segmen, semakin membaik dan bahkan bisa digunakan sebagai bahan baku air bersih yang dilakukan Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya).
“Khusus pada segmen tengah, di Kantor Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) kondisi air cukup baik, terlihat begitu sehat, menarik, sepanjang tanggul sungai sudah di mural. Banyak kegiatan positif di GCB seperti sekolah sungai, olah sampah di tempat dan musium biota,” ujar Rasanto Adi menjawab pertanyaan media, Kamis (4/8/2022) terkait Hari Sungai yang biasa diperingati 27 Juli.
Menurutnya, ini perkembangan menggembirakan, sebab, secara historis sungai Ciliwung mempunyai sejarah peradaban yang punya peran besar di masa lalu. Keberadaan air di sungai Ciiwung, sejak zaman kolonial dari Sunda Kelapa menuju Bogor sudah dijadikan lalu-lintas pengangkut segala logistik.
Bahkan warga saat itu tinggal di sekitar bantaran sungai sudah memanfaatkan airnya untuk minum dan cuci-mandi.
"Artinya air sungai Ciliwung bukan akhir-akhir ini saja bisa dimanfatkan, namun dalam desakan demografi, pesatnya pertumbuhan segala sektor, maka, perusahaan Air, juga turut memanfaatkanya hingga kini," katanya.
Bahkan, Rasanto Adi mengungkapkan, di ruas Jalan Tegar Beriman, Cibinong Bogor, persis di bawah jembatan, perusahaan air minum (PT.Tirta Khauripan) juga mulai memanfaatkan air sungai sebagai bahan baku air minum.
Terkait kualitas air, kata Rasanto, upaya rekan komunitas & dinas terkait, sudah berupaya cukup maksimal agar air yang mengalir di sungai Ciliwung merupakan sumber kehidupan semua makhluk hidup.
Rasanto juga membenarkan pernyataan Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun lalu bahwa kualitas air Ciliwung di beberapa segmen sudah membaik, sebab apa yang disampaikan KLHK sudah melalu verifikasi dan laboratorium yang terakredinasi.
Dikatakan Rasanto, dari hulu hingga-hilir Ciliwung sudah tertata apik. Banyak pecinta/komunitas di setiap segmen mampu melakukan orientasi demi kelestarian flora & fauna.