Presiden Ukraina Desak Barat Larang Semua Pelancong Asal Rusia, Dinilai Lebih Efektif Ketimbang Sanksi

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 10 Agustus 2022 12:24 WIB
Ukraina desak Barat larang pelancong asal Rusia (Foto: AFP)
Share :

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta negara-negara Barat untuk melarang semua pengunjung atau wisatawan asal Rusia.

“Orang Rusia harus hidup di dunia mereka sendiri sampai mereka mengubah filosofi mereka", kata Zelensky kepada The Washington Post.

Menurut dia, larangan seperti itu akan lebih efektif daripada sanksi saat ini, yang melarang maskapai dan pejabat Rusia terkait dengan Kremlin.

Diketahui, Rusia masih bisa mendapatkan visa Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Seruan Zelensky mungkin hanya mendapat dukungan terbatas, karena Rusia - meskipun ada sanksi - memiliki hubungan bisnis global yang luas dan turis Rusia masih diterima di tujuan liburan seperti Mesir, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga: Presiden Zelensky: Perang Ukraina Harus Diakhiri dengan Pembebasan Krimea 

Perdana Menteri (PM) Estonia Kaja Kallas mendukung seruan ini. "Berhenti mengeluarkan visa turis ke Rusia. Mengunjungi Eropa adalah hak istimewa, bukan hak asasi manusia,” cuitnya pada Selasa (9/8/2022).

Baca juga:  Lagi, Inggris Jatuhkan Sanksi ke Rusia Terkait Pemindahan Paksa dan Adopsi Anak Ukraina

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkevics mengatakan kepada situs web Politico bahwa negara-negara Uni Eropa harus membatasi penerbitan visa untuk Rusia, dengan pengecualian untuk alasan kemanusiaan.

Pada Senin (8/8/2022), tetangga Nordik mereka, Finlandia, juga mendukung pembatasan pengunjung Rusia.

PM Finlandia Sanna Marin mengatakan kepada penyiar nasional YLE "tidak benar bahwa pada saat yang sama ketika Rusia melancarkan perang agresi yang agresif dan brutal di Eropa, Rusia dapat menjalani kehidupan normal, bepergian di Eropa, menjadi turis".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya