Gayatri pun suka menyaksikan suami dan kedua anaknya bersemangat saling berderap bersama. Adapun perhatian utama Gayatri adalah mengajari kedua putrinya membaca dan menulis, serta menumbuhkan minat mereka terhadap sastra, sejarah, musik, seni lukis, dan arsitektur. Yang paling mereka sukai adalah saat mereka bisa menghubungkan cerita dan karya seni.
Berkali-kali kedua anaknya bertanya bagaimana Gayatri muda terilhami oleh kisah petualangan Pangeran Panji dan Putri Candra Kirana. Tentu paling menarik ketika Gayatri sebatang kara dan harus bersembunyi dari musuh di sebuah kota yang asing, seraya berharap Pangeran Panji akan menyelamatkannya.
Gayatri pun terus menuturkan kepada anak-anaknya bagaimana ia terus menanti dan mengharapkan kedatangan sang pangeran. Pada akhirnya sang pangeran itu benar datang, ia adalah Pangeran Wijaya, ayah dari keduanya.
Tentu saja, kedua anak Gayatri ini menyukai cerita yang sudah sangat dikenal ini, karena orangtua mereka ada di dalamnya. Keingintahuan mereka pun tergugah karena mereka mendengar versi cerita yang sedikit berbeda dalam lagu dan tari, dan menyaksikan versi lainnya dalam ukir-ukiran di sejumlah monumen. Tetapi mereka selalu saja bisa mengenali Panji karena gaya ikatan kain kepalanya yang khas, yang kini kadang dikenakan pula oleh sang ayah.
Baca juga: Kecemburuan Gayatri Usai Raden Wijaya Nikahi Putri Raja Melayu
(Fakhrizal Fakhri )