DENPASAR - Meski kasus wabah cacar monyet atau monkeypox telah ditemukan di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin mengajak masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan wabah tersebut.
Sebab, wabah cacar monyet lebih sulit untuk menular jika dibandingkan dengan sars-cov-2 penyebab pandemi Covid-19. Saat ini, cacar monyet di dunia sudah 35 ribu kasus, sedangkan Covid-19 dalam waktu yang sama kasusnya mencapai jutaan kasus.
BACA JUGA:Satu Kasus Cacar Monyet Terdeteksi, Wapres: Pemerintah Sudah Siapkan Pencegahan
Ditemui di sela-sela perhelatan Forum 3rd Health Working Group di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Menkes menjelaskan, wabah cacar monyet lebih sulit menular karena penularan cacar monyet baru bisa terjadi saat pengidapnya sudah bergejala atau ditandai muncul bintik merah di kulit.
Wabah tersebut juga hanya bisa menular saat terjadi kontak fisik dengan pengidapnya. Setidaknya ada 12 kasus kematian yang tercatat akibat cacar monyet juga diakibatkan oleh infeksi sekunder dari bakteri cacar monyet.
Infeksi sekunder diartikan sebagai pengaruh bakteri cacar monyet yang masuk ke tubuh sehingga memicu penyakit lainnya. Masyarakat diimbau agar tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga kebersihan serta menghindari kontak fisik dengan orang yang memiliki ciri-ciri cacar monyet.
BACA JUGA:Satu Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Jakarta, Dinkes Imbau Masyarakat Tak Panik
Jika ditemukan kasus dengan ciri kasat mata berupa bintik-bintik ruam di kulit, masyarakat diminta segera memberikan laporan.
Saat ini, ada dua tipe virus monkeypox yang beredar di dunia, yakni berasal dari Afrika Barat dan Afrika Tengah. Adapun yang telah masuk Indonesia termasuk yang tidak fatal karena kondisi pasiennya masih dalam keadaan baik. Untuk memantau kasus cacar monyet di Indonesia, Kemenkes juga telah menyiapkan tes PCR.
(Arief Setyadi )