JAKARTA - Aksi pencurian terekam CCTV kembali terjadi di sebuah rumah daerah Gang Hajah Manah, Pinang Ranti, Cipayung, Jakarta Timur.
Diketahui, pencurian kali ini bermodus menjajakan air minum kepada warga sekitar sehingga pelaku dapat leluasa melakukan pembobolan kepada salah satu rumah yang sedang ditinggal penghuninya.
Pemilik rumah sekaligus korban, Aziz (27) mengaku kaget saat mengetahui kondisi rumahnya menjadi berantakan saat ditinggalkannya untuk silaturahim ke rumah orangtuanya. Aziz menjelaskan pencurian tersebut terjadi pada Senin kemarin (22/8/2022).
"Sebenarnya kejadiannya itu pagi hari saat saya mampir sebentar ke rumah orangtua di Taman Mini sekira jam 09.00 WIB. Pas saya kembali ke rumah sekitar pukul 11.30 WIB, saya kaget pintu rumah kenapa tidak terkunci. Ternyata isi rumah saya sudah diacak-acak dan berantakan," jelas Aziz kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).
Aziz menjelaskan tetangga rumahnya tidak mengetahui adanya aksi pembobolan rumahnya. Hanya saja, lanjut Aziz, tetangga rumahnya mengaku ada seseorang yang menawarkan dagangan air minum.
"Modusnya itu sempat nawarin air minum ke tetangga sebelah, tapi yang ditawarin hanya satu rumah," terang Aziz.
Aziz juga menyampaikan kondisi saat rumahnya dibobol oleh maling tersebut memang sedang sepi. Dalam rekaman CCTV terlihat, terduga pelaku sempat mondar-mandir sepanjang jalan menuju rumah Aziz.
"Pelaku dari CCTV itu sendiri sempat mondar-mandir bolak-balik tiga kali. Lagipula sepi banget," kata Aziz.
Aziz menduga pelaku seperti sudah menargetkan rumahnya dan telah mempersiapkan aksi pencurian tersebut. Hal ini dibuktikan dengan atribut masker dan topi yang terlihat dikenakan pencuri menurut Aziz.
"Warga juga tidak ada yang mengenali sih, karena dia pakai topi pakai masker," ucap Aziz.
Akibat pencurian tersebut, Azis mengaku alami kerugian senilai kurang lebih Rp 10 juta.
"Yang diambil itu uang cash sama emas perhiasan. Untuk yang emas seberat 10 gram sama uang tunai hampir Rp 2 juta," ujar Azis.
Untuk saat ini, Aziz mengaku belum melapor ke pihak kepolisian. Akan tetapi, dirinya sedang mengumpulkan bukti tambahan agar segera dapat dilaporkan ke Polsek Makassar.
"Belum lapor, tapi rencananya akan lapor ke Polsek Makasar," pungkas Aziz.
(Khafid Mardiyansyah)