“Orang dapat duit, senang, iya. Tapi apakah orang memilih karena uang? Nah jangan-jangan ini jadi tradisi baru, ya sebetulnya nggak efektif. Nah ini juga yang harus kita cermati, mungkin ya. Sebagai Caleg. Orang habis banyak uang, mungkin. Menggunakan banyak uang untuk itu, mungkin. Tapi apakah itu menjadi suara? Apakah pemilih kita benar-benar memilih karena uang? Jawabannya bisa jadi iya, karena nggak enak kan. Udah dikasih, masa nggak milih,” ungkap dia.
“Tapi saya nggak terlalu yakin, itu efektif. Karena susah. Karena orang menggunakan strategi yang sama dalam satu moment, itu menurut saya sangat tidak efektif. Jangan juga kita membangun tradisi pragmatis. Ini juga kritik terhadap kita semua," kata dia.
(Widi Agustian)