Mardani Ali Sera, dari DPP PKS, menyebutkan bahwa demokrasi dan sistem politik Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. PKS telah memetakan ada empat faktor yang menyebabkan hal tersebut. Yang pertama adalah politik di Indonesia berbiaya tinggi. Menurutnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi kepala daerah, anggota legistlatif, atau presiden menghabiskan biaya yang tinggi.
Hal tersebut menimbulkan munculnya faktor kedua, yaitu politik oligarki. Karena perlu modal besar, sehingga diperlukan pemberi modal. Yang ketiga adalah politik saling ikat, karena dua pihak sama-sama butuh, sehingga saling mengikat satu sama lain. Lalu yang terakhir adalah politik yang berputar di dalam. Sehingga tidak menjadi aspirasi rakyat, tapi menjadi aspirasi elit. "Hal inilah yang berbahaya karena dapat mematikan demokrasi,” lanjut Mardani.
Untuk itu, Mardani menyampaikan perlu dilakukan reformasi bagi parpol di Indonesia. BRIN, akademisi, pengamat, masyarakat, dan media menjadi garda terdepan untuk melakukan reformasi tersebut karena diperlukan faktor eksternal untuk menekan reformasi tersebut.
Pemilu 2024 adalah kegiatan politik dan isu yang sangat strategis karena akan menghantarkan bangsa untuk menuju pada pemerintahan yang semakin demokratis. Kesuksesan penyelenggaraan pemilu sangat berkaitan dengan peran KPU, BAWASLU dan DKPP. Selain itu, kesiapan para peserta pemilu, partai politik dan seluruh elemen yang berkaitan yaitu masyarakat indonesia juga turut menjadi faktor kesusksesan penyelenggaraan pemilu.
“Kita semua berharap agar pemilu 2024 berjalan dengan damai, berintegritas dan terjauhkan dari unsur-unsur narasi politik yang menimbulkan polarisasi,” tutup Direktur Kebijakan Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan BRIN Nurhasim.
(Erha Aprili Ramadhoni)