Lebih lanjut, Daryono menyampaikan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme kombinasi penyesaran dengan pergerakan mendatar dan turun (Oblique Normal).
Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), gempabumi ini tidak dirasakan di daratan pulau Jawa, karena episenternya yang jauh dari daratan. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujarnya.
BACA JUGA:Mengerikan! Awan Ungu Muncul di Langit, Warga Kota Chili Gempar
Hingga pukul 07.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (after shock).
(Awaludin)