Cerita PKL AS Berjuang Keras Hadapi Gempuran Inflasi Hebat, Mau Tak Mau Harus Naikkan Harga

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 31 Agustus 2022 19:04 WIB
Cerita pedagang kaki lima menghadapi inflasi tinggi di AS (Foto: Reuters)
Share :

Dennis mengaku bisnis food truck-nya secara keseluruhan turun 15 persen sejak terjadinya pandemi. Padahal upah pegawai, pajak dan harga-harga lainnya naik. Ia berusaha memangkas ongkos usahanya dengan mengurangi porsi makanan, memasok bahan persediaan lebih sedikit, melayani acara-acara yang lebih besar.

"Alih-alih memasok berbagai bahan lewat distributor pihak ketiga, kini kami memilih bangun jam tiga atau empat dini hari untuk membeli bahan-bahan segar langsung dari pasar untuk memastikan kami mendapatkan harga pasar yang paling bersaing," tambahnya.

Para pakar menyebut lockdown akibat Covid di seluruh dunia mengganggu rantai pasok dan permintaan, sementara perang Rusia di Ukraina memperburuk masalah yang dihadapi bisnis-bisnis seperti food truck milik Dennis.

Sejak Oktober 2021 hingga Juni lalu, pemilik truk makanan El Toro Rojo telah menaikkan harga satu buah burrito sebesar satu setengah dolar, menjadi USD13,5 (sekitar Rp200 ribu). Dan bisa jadi harganya akan naik lagi.

“Setiap produk yang Anda beli dan Anda konsumsi dalam bentuk makanan pasti melalui serangkaian perjalanan kapal, truk, kereta. Mereka tidak tiba-tiba muncul di dapur Anda," tutur Mark A. Cohen, Direktur Studi Ritel dari Universitas Columbia.

Harga bahan bakar diesel untuk mengangkut barang telah naik 66 persen dalam setahun belakangan.

“Ini bukan inflasi yang disebabkan oleh Biden, ini bukan inflasi yang disebabkan oleh Putin. Inflasi ini terutama disebabkan oleh pandemi Covid-19," lanjutnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya