Menurutnya, fenomena ini disebabkan angin monsun Australia. Di perairan selatan Bali, kecepatan angin ini mencapai 17 knot. Di Samudera Hindia, kecepatannya bahkan mencapai 25 knot.
Ia memprediksi gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi selama tiga hari ke depan. "Kami menghimbau kapal feri, speed boat, nelayan dan pelaku wisata bahari agar selalu waspada," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)