JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah Indonesia pada periode tahun 2022-2023 akan maju lebih awal.
“Kami menyampaikan prakiraan musim hujan Tahun 2022-2023 di mana La Nina bertahan hingga akhir 2022 atau hingga Desember nanti sesuai hasil yang diprediksi oleh BMKG. Dan sebagian wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan lebih awal,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat konferensi pers secara virtual, Rabu (31/8/2022).
BACA JUGA:BMKG Prakirakan Puncak Musim Hujan Terjadi pada Desember 2022 dan Januari 2023
Dwikorita mengatakan, pada akhir Februari 2022, BMKG telah merilis prakiraan musim kemarau 2022, dinyatakan bahwa awal musim kemarau 2022 akan datang lebih lambat dari normalnya pada 162 zona musim atau ZOM.
“Hasil pemantauan perkembangan musim kemarau 2022 hingga akhir Agustus 2022 hari ini, menunjukkan bahwa sebagian besar zona musim di wilayah Indonesia atau 265 ZOM atau 37,9 persen zona musim telah memasuki musim kemarau. Jadi di musim kemarau ini belum semuanya memasuki musim kemarau,” katanya.
BACA JUGA:BMKG: Total 14 Kali Gempa Telah Mengguncang Mentawai Sejak Kemarin
Kemudian, kata Dwikorita, merujuk pada normalnya pada akhir bulan Agustus, seharusnya sudah 336 zona musim atau 50,22% setelah memasuki musim kemarau.
“Artinya ada keterlambatan atau apa musim kemarau ini ada sebagian yang mundur, sesuai hasil prediksi yang disampaikan BMKG pada bulan Februari lalu,” tuturnya.