Pemkot Jaktim Pindahkan Warga Gunung Antang yang Ber-KTP DKI ke Rumah Susun

Muhammad Farhan, Jurnalis
Rabu 31 Agustus 2022 09:31 WIB
Ilustrasi/ Doc: KAI
Share :

JAKARTA - Pembongkaran bangunan ilegal di kawasan Gunung Antang, Matraman, Jakarta Timur dilakukan lantaran didirikan secara ilegal dan berada di wilayah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pembongkaran paksa tersebut juga dilakukan sebab kawasan kumuh yang dijadikan bisnis prostitusi dan perjudian ilegal tersebut, kebanyakan dihuni oleh warga yang bukan ber-KTP DKI Jakarta.

 BACA JUGA:Soal Pembentukan 3 Provinsi Baru, Jokowi: Papua Terlalu Luas Kalau Hanya 2 Provinsi

Asisten Pemerintahan Jakarta Timur, Eka Darmawan menyebutkan pembongkaran bangunan liar yang didukung oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur, telah diantisipasi guna menggusur bisnis lokalisasi tak berizin tersebut. Ia menegaskan saat ini pihaknya tengah mendata ulang warga Gunung Antang yang ditengarai memang memiliki KTP DKI Jakarta.

"(Warga Gunung Antang) Banyak yang bukan warga DKI. Yang kita antisipasi itu warga DKI yang mau ke rumah susun. Kita sudah siap nanti didaftarkan ke kelurahan atau kecamatan," jelas Eka kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

 BACA JUGA:Resmikan Papua Football Academy, Presiden Ikut Bermain Bola dengan Talenta Muda Papua

Saat ini, Eka bersama jajarannya juga siap membantu warga Gunung Antanh yang terbongkar bangunannya namun hendak memiliki tempat tinggal yang lebih layak. Ia menyebutkan masih banyak rusun (rumah susun) yang terbilang kosong dan layak dihuni.

"Rumah susun mana aja kan banyak yang kosong. Misal di CBU (Cipinang Besar Utara) masih ada yang kosong. Ada beberapa unit kosong," jelas Eka.

Ihwal mereka yang bukan warga DKI Jakarta, Eka menanggapinya untuk tetap memulangkan warga tersebut ke tempat asalnya. Menurut Eka, kehadiran mereka di Gunung Antang pun tidak menambah nilai baik bagi citra ibukota, khususnya Jakarta Timur.

"Kalau warga luar DKI harus dipulangin. Ngapain maksiat di sini setiap hari, merusak moral," kata Eka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya