Menjawab Pertanyaan Semakin Anehnya Nama Bayi di Era Digital

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 02 September 2022 05:00 WIB
Ilustrasi/ Doc: BBC
Share :

JAKARTA - Penamaan bayi adalah proses emosional. Orang tua khawatir tentang dampak jangka panjang dari nama anak dan merasa perlu memilih yang terbaik untuk menyiapkan kesuksesan sang anak.

Kecenderungan itu muncul karena kita tahu bahwa nama itu penting. Nama yang kita berikan menempa identitas kita, mempengaruhi stereotip, dapat menentukan jenis pekerjaan yang kita kejar, dan bahkan memprediksi pencapaian karier.

Tren seputar bagaimana orang tua memilih nama untuk anak-anak mereka adalah produk dari budaya yang berkembang. Budaya ini bergeser ketika aspirasi untuk anak-anak juga berganti.

Penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya popularitas nama-nama bayi yang unik saat ini mencerminkan perpindahan dari kolektivisme ke masyarakat individualistis. Ini memberikan petunjuk kontekstual penting tentang hal yang diinginkan orang tua untuk anak-anak mereka.

Secara global, tampaknya, orang tua semakin menghargai nama unik untuk mendorong anak menjadi menonjol, bukan menyesuaikan diri.

 BACA JUGA:Pasar Senen Kebakaran, Damkar Kerahkan 11 Mobil Pemadam

Dari tradisi ke ekspresi

Pada abad-abad sebelumnya, kesesuaian nama yang didorong oleh tradisi adalah dorongan utama. Pendapat itu dikatakan Laura Wattenberg, pendiri namerology.com dan penulis buku berjudul The Baby Name Wizard.

"Orang tua hanya melakukan apa yang sebelumnya selalu dilakukan," katanya seperti dinukil dari BBC, Kamis (1/9/2022).

Dia berkata bahwa di Inggris, John dan William, misalnya, adalah nama anak laki-laki teratas dari tahun 1200-an hingga 1930-an.

"Menurut statistik yang disusun oleh ekonom Douglas Galbi, pada tahun 1600-an, tiga nama teratas untuk anak laki-laki dan perempuan mencakup setengah dari populasi Inggris," ucapnya.

Itu terjadi karena konvensi penamaan didirikan dalam ikatan agama dan leluhur. Misalnya, nama-nama kitab suci sangat populer, dan kaum Puritan Inggris kadang-kadang menamai anak-anak mereka dengan atribut moral, seperti Faith atau Mercy.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya