Terlibat Adu Jotos karena Rebutan Taksi, Seorang Pria Dihukum Penjara

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 02 September 2022 18:01 WIB
Ilustrasi taksi (Foto: AP)
Share :

SINGAPURA -Seorang pria yang telah menunggu lebih dari 30 menit untuk naik taksi bertengkar dengan pria lain yang juga sedang menunggu taksi,

Sim Yi Ming, 32, dipenjara selama 11 bulan pada Kamis (1/9/2022) karena telah menyebabkan luka parah.

Pengadilan mendengar bahwa Sim pergi ke sebuah pub di Golden Mile Complex untuk minum-minum dengan seorang teman pada malam 27 Desember 2021. Korban, seorang pria berusia 39 tahun, juga pergi ke sebuah pub di gedung yang sama.

Antara pukul 22.00 hingga 23.00, korban meninggalkan pub dan pergi ke tempat taksi untuk menunggu taksi. Sim dan temannya secara terpisah meninggalkan pub tempat mereka berada dan berjalan ke pintu masuk Kompleks Golden Mile.

Baca juga: Viral Taksi Sediakan Makanan Gratis, Warganet: Semoga yang Naik Tahu Diri

Mereka tidak dapat memesan mobil sewaan pribadi melalui Grab atau Gojek dan ingin menurunkan taksi.

Baca juga: Cerita Perempuan Naik Taksi Online Sendirian, Perilaku Sopir Membuatnya Ketakutan

Korban mengira Sim dan temannya ingin memotong antrean, sehingga dia berjalan di depan mereka untuk menunggu taksi.

Sim dan temannya mendekati korban dan menanyakan apa yang dia lakukan. Korban menjawab bahwa dia sedang menunggu taksi, dan terjadi perselisihan.

Sim meninju mata korban, dan kedua pria itu jatuh ke tanah, dengan Sim meninju wajah korban beberapa kali.

Petugas polisi yang berpatroli di daerah itu disiagakan atas kejadian itu dan memisahkan kedua pria itu.

Korban mengalami patah tulang di sekitar mata dan nyeri tekan di wajahnya. Dia dibawa ke rumah sakit dan dirawat untuk observasi dan manajemen luka-lukanya. Pria itu diberi cuti rawat inap selama tujuh hari.

Dalam penyelidikan, Sim mengklaim bahwa dia telah menunggu untuk menandai taksi selama lebih dari 30 menit.

"Gojek dan Grab saya down. Korbannya ... dia memotong antrian saya, dan saya berjalan ke arahnya dan memberi tahu dia dengan sopan (bahwa saya) menunggu," katanya.

Dia mengatakan kepada korban bahwa dia tidak keberatan jika yang terakhir menunggu Grab atau Gojek, tetapi korban mengatakan dia sedang menunggu taksi.

"Saya katakan saya menunggu cukup lama ... sudah, dan saya sangat lelah. Setelah itu, dia (tidak) ingin mundur, dan dia terus mengucapkan kata-kata itu untuk mencoba berkonflik dengan saya, itu sebabnya kami memiliki ini," lanjutnya, menambahkan bahwa korban meneriakinya dengan kata-kata kasar.

Dia mengatakan dia tahu bahwa itu adalah kesalahannya tetapi berharap hakim akan lebih lunak.

Jaksa menuntut 10 hingga 11 bulan penjara, mencatat hukuman Sim sebelumnya termasuk secara sukarela menyebabkan luka pada tahun 2014, di mana ia menghabiskan tiga minggu di penjara.

"Meskipun kami mengakui bahwa korban berjalan di depannya untuk mencoba mendapatkan taksi, sebenarnya tidak ada alasan baginya untuk menggunakan kekerasan dalam kasus ini," kata jaksa, menambahkan bahwa Sim telah minum dan mabuk.

Hakim mengatakan bahwa "terlepas dari provokasi apa pun" yang dilakukan korban, tidak ada alasan bagi Sim untuk meninjunya dan memukul wajah korban.

Dia bisa terancam dipenjara hingga 10 tahun dan didenda atau dicambuk karena menyebabkan luka parah.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya