5. Presiden Uganda Idi Amin
Masa pemerintahan Idi Amin sewaktu menjadi Presiden Uganda dikenal melanggengkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Termasuk pula represi politik, penganiayaan etnis, dan pembunuhan di luar proses hukum. Pemerintahannya juga dikenal korupsi, nepotisme, tidak mau mengurus ekonomi untuk rakyat, dan mendukung pembajak teroris di Operasi Entebbe.
Saat pemerintahan Idi Amin berusaha merebut wilayah Kagera di Tanzania pada 1978, Presiden Tanzania merespons dengan memerintahkan pasukan negaranya untuk menyerang Uganda. Selain berhasil merebut Kampala pada 11 April 1979, tentara Tanzania bersama pasukan pemberontak di Uganda juga menggulingkan Idi Amin dari posisinya sebagai kepala negara. Idi Amin memilih melarikan diri ke Libya, lalu Irak. Ia kemudian menetap di Arab Saudi hingga akhir hayatnya di tahun 2003.