JAKARTA - Sejumlah pemimpin negara melarikan diri saat negaranya mengalami prahara hingga krisis.
Hal itu dilakukan antara lain untuk menyelamatkan dirinya dari bahaya.
Biasanya kepala negara tersebut lari lantaran akan diadili oleh negaranya sendiri hingga posisinya sebagai orang nomor satu akan dikudeta.
Salah satunya adalah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Singapura setelah diprotes rakyatnya sendiri atas pemerintahannya pada Juli 2022.
Baca juga: Bahaya Kerap Mengancam, Ini Daftar Kepala Negara yang Tewas Dibunuh
Di mata rakyat, pemerintahan Presiden Rajapaksa dan keluarganya melanggengkan krisis ekonomi Sri Lanka lebih dari 1 dekade hingga tidak membayar utang luar negeri sebesar Rp729 triliun.
Baca juga: Xiaomi PHK 900 Lebih Karyawan, Susul Apple dan Microsoft