Semua momen berjalan dengan cepat. Habibie yakin jika Ainun memang sudah ditakdirkan untuk menghabiskan hidup bersamanya. Sekitar bulan Januari atau Februari Habibie datang. Lalu mengajaknya menikah pada bulan Mei.
Pada bulan Juni keduanya mengurus cuti, menemui Dekan Fakultas Kedokteran, Rektor Universitas Indonesia yang saat itu dijabat Pak Sjarif Thayeb, Menteri Riset Nasional dan Menteri PTIP. Dengan bekal masing-masing satu koper, akhirnya Ainun harus mengikut suaminya ke Jerman, Aachen.
(Widi Agustian)