JAKARTA - Pemerintah mengadakan program bantuan langsung tunai (BLT) sebagai dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). BLT BBM dengan total Rp12,4 triliun ini disalurkan untuk 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
KPM akan menerima sebesar Rp600 ribu secara bertahap dalam dua kali penyaluran. BACA JUGA: Berikut Sebaran Titik Demo Tolak Kenaikan BBM Hari Ini
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Cirebon, Ibnu Saechu menyatakan, di daerahnya masih banyak keluarga miskin yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) Pemerintah. Ia melanjutkan, pendataan keluarga miskin atau KPM.
Saechu mengingatkan, agar tidak ada oknum dalam penyaluran BLT tersebut seperti melakukan penyunatan massal, intimidasi kepada KPM berupa ancaman pencoretan dari kepesertaan Bansos atau pencoretan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan membebaskan KPM belanja sembako dan kebutuhan lainnya di warung mana pun.
"Jangan sampai ada yang mengkhianati program pemerintah. Jika nantinya masih ada oknum ataupun kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaannya, DPD Perindo Kabupaten Cirebon siap membantu mengadvokasi KPM hingga melaporkan oknum mafia bansos," kata Saechu yang dikutip, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:Ada Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Bogor, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin