JAKARTA - Memasuki hari ke-11 demo tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Polda Metro Jaya turut memetakan beberapa titik lokasi yang bakal digunakan untuk berunjuk rasa.
"Jumlah massa (unjuk rasa) kurang lebih 2000 orang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan dalam keterangannya, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:Demo Kenaikan Harga BBM, Buruh Plesetkan Lagu Bongkar Iwan Fals: Woo Ya O, Ya O, Ya Sambo!
Adapun beberapa titik tersebut tersebar di wilayah Jakarta hingga Bekasi, di antaranya.
1. Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Tercatat, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Front Aksi Mahasiswa UPB, serta BEM SI sendiri dengan jumlah massa kurang lebih 300 orang.
BACA JUGA:Ini Imbauan Polisi kepada Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM
2. Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat.
Tercatat, Front Aksi Mahasiswa UPB (Universitas Pelita Bangsa) dengan massa kurang lebih 50 orang.
3. Kantor DPRD, Kota Depok.
Tercatat, Forum Buruh Depok dengan jumlah massa kurang lebih 700 orang.
4. DPRD Kota Bekasi.
Tercatat, Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP KEP SPSI) dengan jumlah massa kurang lebih 500 orang.
5. Kantor Pemkot Bekasi.
Tercatat, Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP KEP SPSI) dengan jumlah massa kurang lebih 500 orang.
6. Pemda Kabupaten Bekasi
Tercatat, KC FSPMI Kab/Kota Bekasi dengan jumlah massa kurang lebih 500 orang.
Adapun dalam mengamankan aksi tersebut, polisi turut mengerahkan 6.124 Personel.
Sebelumnya, tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi catatkan hari ke-11. Kali ini, unjuk rasa datang dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang bakal digelar di Patung Kuda Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).
Adapun setelah sempat membanjiri Patung Kuda beberapa hari lalu, BEM SI mengklaim, pihaknya bakal menggiring peserta aksi massa lebih banyak dari sebelumnya.
(Awaludin)