MALANG - Seorang Aremania bernama Ozy Maulana masih mengingat betul bagaimana Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang terjadi. Dirinya menjadi satu dari ribuan penonton yang sempat terjebak di tribun 14 pada Sabtu malam (1/10/2022) saat laga Arema vs Persebaya.
Dia memaparkan, seusai laga sebenarnya situasi cukup kondusif. Saat itu, dirinya dan beberapa teman yang berada di tribun 14 memang masih berada di dalam guna menghindari kepadatan di pintu keluar.
Tetapi, tak lama berselang, sejumlah Aremania masuk ke lapangan mendatangi pemain. Hal ini kemudian memicu Aremania lain untuk coba merangsek ke lapangan.
"Kami yang di tribun 14 tidak ada yang turun ke lapangan. Situasi juga masih aman meskipun di bawah ada yang masuk ke lapangan," katanya Selasa (4/10/2022), ditemui di sebuah kafe.
"Tetapi tiba-tiba ada tembakan gas air mata mengarah ke tribun. Hal itu kemudian membuat situasi menjadi kacau dan semua kemudian berebut keluar. Tetapi pada saat bersamaan pintu keluar belum dibuka. Jadi itu yang membuat berdesakan," jelas dia.
Dalam situasi panik tersebut dirinya dan beberapa teman coba mengamankan beberapa anak-anak yang bersama mereka. Setelah itu, ia berusaha untuk menuju pintu keluar. Tetapi karena kondisi pintu belum terbuka, Ozy mengaku sempat terjadi dorong-dorongan.
Beruntung dirinya berada pada sisi kiri dan mendapat pegangan besok yang tertempel di tembok. Meskipun ia menyebut bahwa saat itu dirinya berada dalam situasi antar hidup dan mati.
"Saya berpegangan pada besi itu sama temen saya sambil berusaha bertahan. Pernafasan sesak juga mata perih. Ada sekitar 30 menitan saya dalam posisi terjepit itu. Saat itu sudah saya sudah pasrah karena situasinya memang berdesakan," ungkapnya.