Putra Presiden Uganda Ancam Invasi Kenya, Timbulkan Keributan Politik

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 06 Oktober 2022 12:20 WIB
Jenderal Muhoozi Kainerugaba. (Foto: Reuters)
Share :

KAMPALA - Presiden Uganda Yoweri Museveni telah meminta maaf kepada warga Kenya setelah putranya - seorang perwira militer senior - men-tweet tentang invasi ke negara mereka.

Permintaan maafnya datang sehari setelah dia memecat Muhoozi Kainerugaba sebagai komandan pasukan darat angkatan darat.

BACA JUGA: Dulu Berjualan Ayam di Pinggir Jalan, William Ruto Kini Dilantik Menjadi Presiden Baru Kenya

Namun Museveni melunakkan hukumannya dengan menaikkan pangkatnya menjadi jenderal, dan mempertahankannya sebagai penasihatnya.

Museveni telah lama dicurigai “mendekorasi” Kainerugaba, (48), untuk menggantikannya ketika dia akhirnya mengundurkan diri.

Jenderal Kainerugaba semakin memasuki arena politik, dengan para pengkritiknya mengatakan ini melanggar kode disiplin militer.

Intervensi terakhirnya datang pada Senin, (3/10/2022), ketika dia mengirimkan serangkaian tweet - beberapa serius, beberapa bercanda - tentang Kenya.

Dalam cuitannya, Kainerugaba mengatakan dia telah berbicara dengan mantan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, dan menyatakan penyesalannya karena Kenyatta telah mengundurkan diri pada akhir masa jabatannya pada Agustus.

"Satu-satunya masalah saya dengan kakak laki-laki tercinta saya adalah dia tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. Kami akan menang dengan mudah!" kata Jenderal Kainerugaba sebagaimana dilansir BBC.

Dalam tweet selanjutnya kepada lebih dari 600.000 pengikutnya, dia berkata: "Kami, tentara saya dan saya, tidak akan membutuhkan waktu 2 minggu untuk merebut (ibukota Kenya) Nairobi."

BACA JUGA: Negara Ini Sahkan UU Larangan Tumbal Anak agar Orang Tua Cepat Kaya, Pelaku Dijerat Hukuman Mati

Hal ini menyebabkan kegemparan di Twitter, dengan orang-orang menuduh Jenderal Kainerugaba sebagai "sembrono" dan membahayakan hubungan antara negara-negara tetangga.

Itu membuatnya mendesak warga Kenya untuk "bersantai".

"Saya tidak akan pernah memukuli tentara Kenya karena ayah saya mengatakan kepada saya untuk tidak pernah mencobanya! Jadi orang-orang kami di Kenya harus santai!" cuit Kainerugaba.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya