Generasi Muda Harus Sadar Bahaya dan Pencegahan Stunting

Agustina Wulandari , Jurnalis
Jum'at 07 Oktober 2022 12:10 WIB
Forum Kepoin Genbest Kemenkominfo. (Foto: okezone.com/Kemenkominfo)
Share :

MANADO – Generasi muda harus sadar dan memahami bahaya dan pencegahan stunting. Pasalnya, stunting tidak hanya masalah pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak maksimal atau kekerdilan, tetapi juga pertumbuhan otak yang tidak maksimal.

Demikian disampaikan Koordinator Informasi Komunikasi Kesehatan Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Marroli J. Indarto dalam Diseminasi Informasi dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting bertajuk Kepoin GenBest: Gizi Optimal untuk Generasi Millenial yang diselenggarakan secara luring dan daring di Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (6/10).

Marroli menjelaskan anak yang terlahir stunting selain akan bertubuh pendek, juga memiliki daya intelektual dan nalar yang rendah sehingga sulit bersaing, serta di usia tua menjadi rentan menderita obesitas dan memiliki penyakit komorbid seperti darah tinggi.

Menghadapi bonus demografi pada 2030, generasi muda saat ini perlu memahami stunting agar anak yang akan mereka lahirkan nantinya adalah anak-anak yang berkualitas. “Investasi terbesar negara adalah Sumber Daya Manusia, kalian adalah harapan masa depan bangsa. Stunting tidak hanya masalah kerdil tetapi pertumbuhan otak yang tidak maksimal,” katanya.

Salah satu pencegahan stunting yang dapat dilakukan adalah menerapkan pola makan gizi seimbang. Selain itu juga perlu memperhatikan porsi makan agar tidak ada makanan yang terbuang atau food waste.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya