“Penting juga harus memperhatikan food waste, dalam hal ini penting untuk merencanakan makanan yang cukup. Apabila kita memanfaatkan makanan dengan baik maka kita sudah berperan untuk menutup kebutuhan makan masyarakat yang lain,” katanya.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara Dianto Tino Tandaju, mengatakan pentingnya generasi muda untuk melakukan pencegahan stunting dengan pola hidup sehat. "Makanan sebetulnya bukan hanya pemenuhan rasa lapar, namun juga berpengaruh terhadap setiap organ-organ tubuh yang ada di dalam diri kita," ucapnya.
Menurutnya, banyak masyarakat yang belum terinformasi tentang kadar gizi seimbang, seperti kandungan garam dan gula yang boleh dikonsumsi sehari-hari semenjak masih kanak-kanak. Akibatnya, setelah tumbuh dewasa, banyak anak muda sudah terjangkit berbagai penyakit seperti diabetes dan hipertensi akibat pola makan yang tidak sesuai.
“Banyak pemahaman-pemahaman (tentang informasi gizi seimbang, red) tidak sampai kepada masyarakat luas. Di kampus pun tidak banyak informasi tentang makanan bergizi,” ujar Tino.
Untuk mengetahui kondisi kadar gizi di tubuh, pakar nutrisi yang juga Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association Rita Ramayulis mengatakan salah satu langkah termudah yang dapat dilakukan adalah dengan menimbang berat badan dan menyesuaikan dengan tinggi badan. Berat badan yang kurang maupun berlebih dapat mempengaruhi kondisi kesehatan, seperti kehamilan yang beresiko, diabetes, serta hipertensi.