3. Tak Ada Ancaman Aremania saat Tragedi Kanjuruhan
Anam menjelaskan bahwa setelah mencari tahu dari suporter dan para pemain Arema, tidak ada satu pun ancaman yang diberikan oleh Aremania pada saat turun ke lapangan kala itu.
"Kami cross check ke para suporternya bilangnya ya kami kan mau kasih semangat walaupun mereka kalah," jelasnya.
"Kami sedang menelusuri secara mendalam karena ada constraint waktu, sekian menit itu, di lapangan, itu sebenarnya cukup terkendali kondisinya kalau kita lihat video," tandasnya.
Baca juga: Kapolri Bakal Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malam Ini
4. Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Diduga Kekurangan Oksigen
Wajah jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur berubah biru. Diduga kuat para korban kehabisan oksigen. Sementara, itu, hingga hari ini tercatat 131 orang meninggal dunia, termasuk dua anggota polisi.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan kondisi jenazah korban kerusuhan di Kanjuruhan sangat memprihatinkan. Disinyalir, perubahan warna di wajah para korban meninggal di Kanjuruhan karena kekurangan oksigen.
Baca juga: 131 Tewas di Kanjuruhan, Investigasi Komnas HAM: Tembakan Gas Air Mata Polisi Penyebab Kerusuhan!
“Kondisi jenazahnya banyak yang wajahnya berwarna biru. Ini menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen dan karena gas air mata,”ujarnya dilansir dari kanal Humas Komnas HAM, Kamis 6 Oktober 2022.
Komnas HAM juga menemui korban yang selamat dalam tragedi Kanjuruhan tersebut. Anam mengatakan, kondisi korban yang selamat tidak jauh berbeda dengan yang meninggal.
“Kami bertemu dengan salah satu korban yang selamat, pada Senin (dua hari setelah kejadian), itu baru bisa melihat, sebelumnya tidak bisa melihat, matanya sakit kalau dibuka, dadanya sesak, dan tenggorokannya perih,” tutup Anam.