JAKARTA - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian menegaskan bahwa ada dua ancaman siber dalam mewujudkan keamanan, perlindungan, dan kedaulatan siber nasional.
Hal ini dijabarkan oleh Hinsa saat menjadi narasumber untuk MNC Forum ke-66 pada Kamis (6/10/2022) secara virtual.
Dua ancaman itu di antaranya adalah, yang pertama, ancaman terhadap infrastruktur yang bersifat teknis terhadap sistem.
Kemudian, ancaman sosial dengan berbagai teknik seperti propaganda hitam, isu SARA yang menimbulkan kekacauan suatu bangsa.
BSSN memastikan Center of Gravity Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, terutama sila ketiga Persatuan Indonesia, terjaga dari berbagai ancaman siber.