Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hary Tanoesoedibjo Ungkap Ketekunan Politik Prabowo Subianto di Hadapan Kader Perindo

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2026 |08:04 WIB
Hary Tanoesoedibjo Ungkap Ketekunan Politik Prabowo Subianto di Hadapan Kader Perindo
Ketua Majelis Persatuan Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo
A
A
A

JAKARTA - Ketua Majelis Persatuan Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) 2026 Partai Perindo di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (27/7/2026) malam.

Acara itu diikuti ratusan anggota DPRD Partai Perindo tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Menurut Hary, keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan kerja keras dan ketekunan. Namun, ia menilai hasil yang maksimal dapat dicapai ketika upaya tersebut bertemu dengan momentum yang tepat.

Untuk menggambarkan hal itu, Hary mencontohkan perjalanan politik Prabowo yang membutuhkan waktu panjang sebelum akhirnya memenangkan Pemilihan Presiden 2024.

"Pak Prabowo, juga 20 tahun. 2004 ikut konvensi Golkar, kalah. 2009 jadi cawapres Bu Mega. Kemudian 2014 capres sama Pak Hatta. Dan 2019 sama Bang Sandi. Kalah terus. 2024, sukses," kata Hary.

Hary juga sempat menyinggung perjalanan sejumlah partai politik di Indonesia. Menurut dia, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mampu tumbuh besar karena berhasil memanfaatkan momentum politik pada masanya.

"PDIP bisa besar, awal momentum kita tahu, peristiwa Juli, kemudian (masyarakat) punya simpati dan mereka tumbuh besar. PKB bisa besar, juga momentum perubahan pada saat itu, dari Orde Baru ke Reformasi. Tokoh-tokoh seperti Gus Dur muncul, membuka partai, masyarakat ingin ada perubahan, terus kemudian tumbuh," ujarnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement