"Harapan kami semoga cepat selesai penelitiannya, sehingga bisa mengetahui kepastiannya, karena banyak anak-anak memang agak susah kalau minum obat tablet yang digerus," imbuhnya.
Sementara itu, Arwiyah (41) salah satu warga mengeluhkan dari kebijakan-kebijakan itu rantaran sangat menyulitkan baginya, dikarenakan dia mempunyai anak balita yang enggan meminum obat tablet untuk pengobatan.
"Ya namanya anak-anak kan kalau minum obat sirup ada manis-manisnya senang. Kalau tablet kan digerus rasanya pahit, enggak enak buat anak-anak," kata Arwiyah.
BACA JUGA:Pamerkan Alat Kelamin ke Karyawati Toko Kosmetik, Pria di Denpasar Diciduk Polisi
Meski begitu, Ia bisa harus menerima kebijakan tersebut, mengingat saat ini pemerintah masih melakukan penelitian terkait gangguan ginjal akut.
"Saya tahu sih sekarang lagi ada penyakit gangguan ginjal akut dari baca-baca berita, semoga bisa cepat selesai masalahnya," tutupnya.
(Nanda Aria)