Hadapi Bencana, Status Awas Diberlakukan di Garut Selama 3 Hari

Fani Ferdiansyah, Jurnalis
Sabtu 22 Oktober 2022 04:30 WIB
Garut diterpa bencana (Foto: Fani Ferdiansyah)
Share :

GARUT - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memberi peringatan potensi ancaman bencana di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam peringatan itu, Kabupaten Garut merupakan salah satu dari 7 kabupaten/kota di Jawa Barat yang berstatus Awas dan Siaga.

"Jadi dalam tiga hari ke depan sampai dengan hari Minggu (23/10/2022) statusnya adalah Awas. Saya juga sudah instruksikan di forum camat semua untuk sosialisasi," ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, Jum'at (21/10/2022).

BACA JUGA:Garut Diguncang Gempa M3,2 Dirasakan hingga Kabupaten Bandung 

Rudy telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, untuk senantiasa siap siaga dalam menindaklanjuti peringatan dari BMKG ini. Namun, ia berharap daerahnya bisa aman dari potensi bencana yang ada.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi, menegaskan, pihaknya telah menerbitkan Surat Himbauan dengan nomor BC.03.01/3905/BPBD, perihal Imbauan Peringatan Dini dan Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Ancaman Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Oktober 2022.

Surat tersebut terbit menindaklanjuti Surat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Nomor 3356/PB.01.03.02/PK Tanggal 3 Oktober 2022 lalu. Menurut Satria Budi, prakiraan daerah potensi bencana banjir dan pergerakan tanah di Jawa Barat bulan Oktober 2022 dikeluarkan oleh BMKG serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Menindaklanjuti hal tadi, maka diperlukan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan guna meminimalisir dampak ancaman banjir dan gerakan tanah (longsor) yang mungkin timbul,” kata Satria Budi.

BACA JUGA:Lupa Cabut Charger HP, Rumah dan Motor di Garut Ludes Terbakar 

Ia mengatakan, terdapat 9 kecamatan di Kabupaten Garut yang memiliki tingkat potensi banjir yang tinggi, yakni Kecamatan Banjarwangi, Caringin, Cibalong, Cikajang, Cikelet, Cisompet, Pakenjeng, Pameungpeuk, dan Singajaya. Sedangkan seluruh kecamatan di Kabupaten Garut, memiliki potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi, dengan beberapa kecamatan berpotensi banjir banjir bandang/aliran bahan rombakan.

Dalam surat edaran tersebut, lanjut Satria, para camat diimbau agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Garut. Pemerintah tingkat kecamatan, diharapkan melakukan 11 langkah antisipatif, salah satu diantaranya, yakni melakukan monitoring untuk mendapatkan update informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui website BMKG ataupun yang lainnya.

“Kemudian menyiapkan tempat evakuasi akhir/hunian sementara apabila terjadi bencana yang mengakibatkan adanya pengungsi sesuai protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya