Gajah Mada Dicemooh dan Ditertawakan saat Ikrarkan Sumpah Palapa

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 24 Oktober 2022 05:39 WIB
Gajah Mada. (Foto: Sindo)
Share :

AMBISI Gajah Mada saat dilantik menjadi mahapatih Kerajaan Majapahit begitu besar. Di hadapan sejumlah pejabat senior dan ratu Tribhuwana Tunggadewi, Gajah Mada ingin meneruskan perluasan wilayah kerajaan, yang bahkan melebihi yang pernah diajukan Kertanagara di era Singasari. 

Gajah Mada berujar sebelum menyatukan seantero nusantara, dari Maluku hingga Lombok, seluruh Jawa termasuk Sunda, sampai ke Sumatera dan Pahang yang ada di Semenanjung Malaya, ia mengaku tak akan pernah bisa tenang menikmati hidup. 

Sontak saja keinginan Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya ini mendapat cemoohan dan tertawaan para pejabat. Hal itu dianggap tak realistis dan terkesan terlalu muluk - muluk. 

Earl Drake pada bukunya "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit" mengisahkan bagaimana saat pidato pertama Gajah Mada sebagai mahapatih mendapat kritikan dari pejabat - pejabat yang lebih senior. Saden Kembar, menteri keamanan dalam negeri pun turut menertawakan Gajah Mada. 

 Baca juga: Strategi Cerdik Nambi Mahapatih Pertama Majapahit Usir Tentara Tartar dari Pulau Jawa

Banak pun ikut-ikutan, Jabu Trewes, Lembu Peteng pun ikut tertawa dengan ambisi Gajah Mada itu. Gajah Mada turun dari panggung dan memberikan penjelasan kepada sang ratu Tribhuwana Tunggadewi. 

Tak ayal ratu pun begitu marah atas kelakuan para pengkritik Gajah Mada itu, demikian pula dengan Arya Tadah, yang digantikan Gajah Mada. Kesalahan menteri keamanan dalam negeri amatlah besar yang membuatnya akhirnya dibunuh di peristiwa pidato kenegaraan Gajah Mada yang lebih dikenal dengan Sumpah Pallapa ini. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya