Komnas HAM Ungkap Dosa Besar Pengawas Pertandingan dalam Tragedi Kanjuruhan

Martin Ronaldo, Jurnalis
Rabu 02 November 2022 16:13 WIB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto: tangkapan layar)
Share :

JAKARTA - Komnas HAM menjelaskan temuan terbaru terkait tragedi Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 135 orang. Salah satu yang diungkap Komnas HAM terkait kesalahan dari pengawas pertandingan dalam laga antara Arema Malang Vs Persebaya Surabaya itu.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan bahwa pada sejak tanggal 20 hingga 30 September pihak keamanan dalam hal ini kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk menyeiapkan pengamanan pada saat itu.

Salah satunya, lanjut dia, polisi juga menggelar latihan pengamanan selama 7 hari berturut-turut.

"Secara berturut-turut selama 7 hari Polres melakukan pelatihan di Stadion Kanjuruhan. Kapolres meminta semua batu dan barang pecah belah dibersihkan dari arena stadion untuk meminimalisir pelemparan apapun hasil pertandingannya," tegasnya.

Baca juga: Kabar Baik, 1 Korban Tragedi Kanjuruhan Diperbolehkan Pulang dari RS

Beka menambahkan bahywa pada saat itu Kapolres Malang juga meminta kepada anak buahnya untuk melakukan simulasi pengendalian massa jelang pertandingan tersebut.

"Kapolres juga meminta dalmas untuk latihan berbagai macam skenario," sambungnya.

Baca juga: Komnas HAM: 45 Tembakan Gas Air Mata Diletuskan saat Tragedi Kanjuruhan

Beka juga mengatakan dosa besar dalam kejadian ini yang dilakukan oleh match commissioner atau pengawas pertandingan adalah hanya mengecek kondisi stadion semata.

"Pada H-2 sebelum pertandingan Arema vs Persebaya, ini penting, karena match commissioner hanya melakukan pengecekan kondisi stadion. Tidak melakukan pengecekan rencana pengamanan," terangnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya