4 Pahlawan Perempuan dari Celebes, Nomor 1 Ketua Partai Syarekat Islam Indonesia

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Sabtu 05 November 2022 06:00 WIB
Pahlawan Nasional Opu Daeng Risadju (Foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Sulawesi dikenal sebagai Celebes merupakan wilayah yang banyak menghasilkan orang-orang berjasa. Tidak hanya dari gender laki-laki saja, ternyata pahlawan dari Sulawesi juga terdapat dari gender perempuan. Berikut beberapa pahlawan perempuan dari Sulawesi.

1. Opu Daeng Risadju

Famajjah, yang memiliki gelar kebangsawanan Opu Daeng Risadju, merupakan pejuang wanita asal Sulawesi Selatan yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Ia terpilih sebagai Ketua Partai Syarekat Islam Indonesia (PSII). Selain itu, dia juga mendirikan cabang PSII Palopo pada 14 Januari 1930.

Dalam perjuangannya, ia mendapat penyiksaan, yang mengakibatkan dirinya tuli seumur hidup. Ia pernah tertangkap oleh tentara NICA dan ditahan di penjara Bone selama satu bulan tanpa diadili, kemudian dipindahkan ke penjara Sengkan, dan dipindahkan lagi ke Bajo. Di situ, dia mengalami penyiksaan sehingga menjadi tuli seumur hidup. Opu Daeng Risadju kemudian dibebaskan tanpa diadili setelah 11 bulan menjalani tahanan dan kembali ke Bua lalu menetap di Belopa.

Baca juga: 3 Pahlawan Perempuan Berhijab yang Tak Kenal Lelah dan Takut, Ada Rasuna Said!

Opu Daeng Risaju wafat di usia 84 tahun pada 10 Februari 1964 dan dimakamkan di raja-raja Lokkoe di Palopo. Ia dianugerahkan gelar Pahlawan Naional pada tahun 2006.

Baca juga: 4 Pahlawan Perempuan dari Tanah Sunda, Salah Satunya Pejuang Emansipasi

2. Maria Walanda Maramis

Maria Walanda Maramis adalah perempuan pejuang yang berasal dari Sulawesi Utara. Ia berkecimpung di dunia pendidikan untuk memperjuangkan emansipasi perempuan. Maria Walanda Maramis yang bernama asli Maria Josephine Catherine Maramis mengajarkan berbagai pengetahuan kepada perempuan di lingkungannya, mulai dari menyulam hingga memasak. Maria bahkan mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) pada 1917 di Manado, selain juga membuka sekolah rumah tangga.

Di sekolah tersebut, ia menerima perempuan pribumi dari berbagai kalangan untuk memperoleh pendidikan. Maria juga dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan hak politik perempuan. Maria Walanda Maramis wafat pada 22 April 1924. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 20 Mei 1969 melalui SK Nomor 012/TK/1969.

3. Emmy Saelan

Emmy Saelan adalah seorang pahlawan wanita yang disegani lantaran perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan di Sulawesi Selatan. Perempuan yang lahir pada 15 Oktober 1924 ini berkiprah dalam bidang keperawatan. Ia merawat tentara yang terkena peluru serdadu Belanda. Namun, Emmy Saelan bukan hanya menjadi perawat. Pada masa perjuangan, ia pernah mengemban peran dalam misi spionase.

Emmy melakukan perjalanan ke Kassa-kassi dengan menjadi mata-mata, pada 23 Januari 1947. Hal tersebut dilakukan untuk mencari informasi mengenai kekuatan lawan KNIL/NICA di Makassar. Dalam perjalanan tersebut, Emmy dikepung oleh KNIL/NICA. Namun, Emmy melawan dengan melemparkan granat. Sayangnya, ledakan granat tidak meluluhkan pasukan KNIL. Jarak yang tidak cukup jauh dari ledakan granat justru membuat Emmy gugur dalam peristiwa tersebut.

4. Colliq Pujie

Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae atau yang dikenal Colliq Pujie merupakan bangsawan Bugis kelahiran tahun 1812. Ia wafat pada 11 November 1876. Colliq Pujie adalah sosok yang menjadi penyalin naskah dan sekretaris istana Kerajaan Tanete, yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Lantaran tidak mendukung kebijakan Belanda, dan terjadi kekisruhan di Istana Tanete, Colliq Pujie diasingkan ke Makassar. Ia tinggal di Makassar dari tahun 1857. Di sini ia berpartisipasi dalam proyek penyaduran I La Galigo, epik suci peradaban Bugis, bersama dengan ahli bahasa Belanda yang bernama Benjamin Frederic Matthes. Dibutuhkan waktu cukup lama bagi Colliq untuk menyalin naskah folio setebal 2.850 halaman, yang diperkirakan hanya sepertiga dari keseluruhan cerita I La Galigo. Atas jasanya ini, nama Colliq Pujie dikenal sebagai pahlawan literasi masyarakat Bugis.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya