"Jadi pemerintah Jepang itu membentuk tentara PETA untuk membantu mereka dalam menghadapi perang dunia ke-2, menghadapi sekutu. Laskar Hizbullah itu penempatannya sebagai pasukan cadangan, karena permintaan dari para ulama, sehingga tokoh-tokoh Islam waktu itu kurang lebih ada 500 orang itu dilatih di bawah tentara Jepang dan PETA," ucap Agung H. Buana ditemui MPI di Kota Malang.
Baca selengkapnya di sini>>> Laskar Hizbullah, Tentara Cadangan dari Ulama dan Santri di Pertempuran Surabaya 10 November
(Natalia Bulan)