Pengunjung Warkop yang sedang asyik menyeruput kopinya, tiba-tiba dikagetkan dengan suara gaduh di luar. Tiga pemuda berlarian masuk ke dalam warkop. Wajah mereka tegang. Tak lama, sekelompok pemuda menyusul masuk. Sumpah serapah dan kata-kata kotor meluncur dari mulut mereka.
Di tangan kelompok pemuda itu, tertenteng parang. Juga ada yang sudah merentangkan busur, siap melayangkan anak panah besi ke pengunjung warkop. Refleks, beberapa pengunjung warkop bangkit. Beberapa di antaranya refleks mengeluarkan pistol, lalu lari mengejar si penyerang.
Pengunjung yang tak lain anggota Satreskrim Polrestabes Makassar itu melepaskan tembakan peringatan ke udara. Para penyerang pun kocar-kacir. Mereka lari tunggang langgang, begitu mengetahui warkop tersebut dihuni Polisi.
Atas kelakuannya, 8 pemuda yang sementara diungkus tersebut harus mendelam dalam sel tahanan Polrestabes Makassar.
(Nanda Aria)