MERANGIN - Peternak Kerbau di Desa Muara Jernih dan Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu serta Peternak Kerbau di Desa Rantau Panjang Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, Jambi harus kehilangan ratusan ekor kerbau yang mati mendadak diduga karena penyakit Septicaemia Epizootia (SE) atau penyakit ngorok.
Sejauh ini belum ada pihak Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan kabupaten Merangin yang datang ke wilayah yang terdampak penyakit kerbau tersebut. Arfan salah satu warga Tabir Ulu mengatakan jika melihat gejalanya kerbau-kerbau tersebut diduga terserang penyakit ngorok.
"Ya, kerbau-kerbau itu tiba tiba mati mendadak, kalau bahasa kami kena penyakit ngorok" katanya.
Baca juga: Terserang Penyakit Ngorok, Ratusan Kerbau di Rokan Hulu Mati
Hal ini juga dikatakan Fitri warga asal Rantau Panjang Tabir Penyebaran penyakit ini diduga karena ada perpindahan ternak ke beberapa lokasi.
"Jika ada ternak yang mengalami sakit, sebaiknya tidak dikeluarkan dari kandang dan ditempatkan pada kandang yang terpisah agar tidak menular pada hewan ternak lainnya" terangnya.
Baca juga: Kerbau Hamil Ditemukan Tinggal Kepala dan Tulang di Lumajang, Anehnya Tidak Ada Ceceran Darah!
"Karena penularan penyakit ngorok ini juga cepat, terutama dari cairan tubuh ternak. Jadi jika ada ternak yang sakit, hendaknya dikurung di kandang saja, jangan di bawa ke padang rumput atau ke luar kandang apalagi dijual," paparnya.
Warga meminta kepada pihak terkait untuk segera meninjau dan mengecek langsung jika perlu lakukan Vaksinasi terhadap ternak kerbau Warga di dua Kecamatan Tabir dan Tabir Ulu itu.
"Sebab penyakit ngorok kali ini memakan korban yang sangat besar jumlahnya bila dibandingkan pada tahun tahun sebelumnya, matinya kerbau Warga mangakibatkan kerugian ekonomi yang besar"pungkasnya.
(Fakhrizal Fakhri )