Pelayaran 150 Tahun Lalu, Menelusuri Samudra hingga Temukan Ribuan Spesies Baru

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 23 November 2022 06:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/BBC Indonesia)
Share :

SEKIRA 150 tahun lalu, ekspedisi HMS Challenger menghabiskan waktu 3,5 tahun untuk mempelajari samudra yang masih bebas plastik. Mereka menemukan Palung Mariana dan ribuan spesies baru. Pelayaran terobosan ini masih berdampak hingga hari ini.

Dulunya rumah pribadi, kini struktur batu megah di Boswall Road, Edinburgh itu adalah bagian dari rumah perawatan paliatif. Bangunan ini memiliki nama yang sama dengan salah satu bagian terdalam lautan dan dua pesawat ruang angkasa NASA: Challenger.

BACA JUGA:Kisah Pelaut Belanda Mencari Benua Misterius, Berangkat dari Batavia 

Challenger Lodge pernah dimiliki oleh John Murray, pelopor oseanografi terkenal yang perjalanannya membawanya sejauh mungkin dari Edinburgh, meski masih berada di Planet Bumi. Kapal yang dia tinggali selama tiga tahun pada 1870-an adalah penghubung antara rumah itu, bagian terdalam jurang laut kita, dan pesawat ruang angkasa NASA.

HMS Challenger adalah kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang dibangun pada tahun 1850-an. Kapal itu dicatat dalam sejarah bukan karena karier peperangannya, tetapi karena prestasi yang diperoleh dengan susah payah.

Prestasi itu adalah pelayaran selama tiga tahun melintasi dunia sejauh 68.000 mil laut (125.900 km), demi melakukan pengamatan ilmiah, dan bukan proyeksi kekuatan angkatan laut. Pelayaran ini mengubah cara kita memandang lautan. Di sepanjang jalan, mereka menemukan spesies yang hidup di kedalaman gelap bawah laut. Bukan hanya ratusan, tapi ribuan

Lautan adalah jalan raya pada akhir abad ke-19. Pesawat jet pengangkut barang baru akan ditemukan seabad kemudian, dan rel kereta api belum melintasi sebagian besar dunia, sehingga sebagian besar perdagangan dunia bergantung pada kapal. Meskipun sangat penting dalam perdagangan dan kekuasaan kolonial, samudra dalam bagaikan berada di planet lain.

Romawi dan Yunani kuno telah dengan susah payah memetakan garis pantai Laut Mediterania dengan cukup akurat. Tetapi kartografi hanya memetakan garis pantai, sementara lautan di sekitarnya masih dianggap sebagai dunia ular raksasa dan monster pemangsa kapal.

BACA JUGA:Kisah Emily Horne Menikah dengan 5 Pria, Pengakuan Suami Pertama Bikin Terkejut 

Ketika orang Yunani Kuno pertama kali mulai menjelajahi ke luar Mediterania sekitar 2.900 tahun yang lalu, penemuan arus utara ke selatan yang kuat membuat mereka yakin bahwa mereka telah menemukan sungai besar. Dari bahasa Yunani okeanos yang berarti sungai, muncullah kata samudra.

Selama berabad-abad, oseanografi relatif tak berkembang. Garis pantai dipetakan, spesies yang bisa diangkut dengan jaring ditarik dan diteliti, dan kedalaman dicatat. Tetapi sebagian besar lautan tetap menjadi misteri, terutama pada palungnya yang dingin dan tak terlihat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya