Menurut Fahmi, Indonesia memang harus terus meningkatkan posisi tawar dan memperkuat diplomasi ekonomi dan pertahanannya, terutama dengan China dan Amerika Serikat sebagai dua kekuatan utama Indo-Pasifik. Manfaatnya, meningkatkan kepercayaan serta mengurangi kekhawatiran dan kesalahpahaman antara Indonesia dengan kedua pihak yang berseteru itu.
"Indonesia harus menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan AS adalah hubungan berbasis kesepahaman kepentingan dan kemitraan, bukan hegemoni-proksi. Dalam konteks diplomasi pertahanan, itu disebut sebagai defence diplomacy for confidence building measures. Dan menurut saya, pesan itu sudah tersampaikan oleh Menhan Prabowo dalam pertemuan hari ini," tandasnya.
(Qur'anul Hidayat)