Sekertaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Ansyar menambahkan bahwa untuk pembangunan AMN direncanakan akan menggunakan lahan seluas kurang lebih dua hektare.
"Untuk status penggunaan lahannya itu, kalau tidak salah yang disampaikan dari Biro Aset masih sertifikat induk," kata Ansyar.
Dalam merealisasikan AMN ini, Badan Intelijen Negara diketahui memegang peranan yang sangat penting.
Bukan hanya itu, terkait pengelolaan dan pembinaan mahasiswa, BIN juga akan bekerja sama dengan Kemenpora dan Kemendikbud Ristek. Hal ini dengan tujuan untuk menciptakan generasi muda penerus bangsa yang berwawasan kebangsaan, nasionalis, memiliki rasa toleransi dan bisa bersatu membangun Indonesia yang jauh lebih baik lagi.
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan sempat mengungkapkan temuan data bahwa ternyata masih cukup banyak mahasiswa yang terpapar oleh paham radikal, yakni sebanyak 39 persen dan menyebar hingga di sebanyak 15 provinsi di seluruh Indonesia.
Oleh sebab itu, pembinaan oleh BIN di AMN menjadi upaya yang sangat efektif dalam perwujudan perawatan kebhinnekaan.
Seperti diketahui bahwa AMN nantinya akan dibangun di beberapa daerah seperti di Makassar, Minahasa, Jakarta, Malang, dan Bantul (Yogyakarta).
AMN Surabaya telah selesai dibangun pada Mei 2022 lalu dan mampu menampung sekitar 528 mahasiswa, dan diperuntukkan bagi mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai daerah di Indonesia yang ada di Surabaya.
(Fakhrizal Fakhri )